Sumber gambar, Getty Images

Taliban belum lama “membantai” dan secara sembrono menyiksa beberapa warga etnis minoritas Hazara di Afghanistan, kata kelompok hak pokok manusia Amnesty International.

Sejumlah saksi mata menyerahkan laporan mengerikan tentang pembunuhan yang terjadi pada asal Juli di provinsi Ghazni.

Sejak mengambil alih ibu kota Afghanistan, Kabul, di hari Minggu lalu (15/08), Taliban telah berusaha menghadirkan citra yang lebih moderat.

Namun Amnesty mengatakan kejadian tersebut adalah “indikator mengerikan” dari pemerintahan Taliban.

Baca pula:

Komunitas Hazara merupakan kelompok etnis terbesar ketiga di Afghanistan.

Mayoritas sejak mereka menganut Islam Syiah dan sudah sejak periode menghadapi diskriminasi dan persekusi di Afghanistan dan Pakistan yang didominasi Islam Sunni.

Sumber gambar, EPA

Organisasi hak asasi manusia tersebut mewawancarai saksi mata serta meninjau bukti foto sesudah pembunuhan.

Penduduk desa mengutarakan mereka melarikan diri ke pegunungan ketika pertempuran antara pasukan pemerintah dan petempur Taliban semakin sengit.

Masa beberapa dari mereka balik ke Desa Mundarakht untuk mengambil makanan, mereka berkata Taliban telah menjarah sendi mereka dan menunggu itu. Secara terpisah, beberapa adam yang melewati Mundarakht di perjalanan pulang ke dusunnya juga dihadang.

Total enam orang diduga ditembak, kurang di kepala, dan tiga disiksa sampai mati.

Pengakuan warga Afghanistan etnis Hazara di Indonesia

Sumber gambar, Arsip Sazawar Muhammad Musa

“Mereka langsung menujukan jika bertemu orang Hazara tanpa bertanya apapun. Kausa mereka, orang Hazara patut dibunuh, ” kata Musa kepada jurnalis BBC News Indonesia, Silvano Hajid Maulana.

“Kemarin sore, teman saya cerita bahwa dia dan istrinya mau kabur daripada Kabul. Ketika di Bandara Internasional Hamid Harzai, mereka ketahuan [sebagai] orang Hazara.

“Taliban memukul dia di seluruh badan sampai hitam menak. ‘Yang lain bisa kerelaan pergi tapi kamu tak akan bisa pergi sebab kamu Hazara’. Taliban sejumlah begitu ke teman beta, ” ujar Musa, yang bekerja sebagai wartawan masa masih di Afghanistan.

Musa, di satu sisi, berharap Taliban berubah.

“Tapi kita tidak percaya Taliban benar-benar berubah dan saya (orang-orang Hazara) khawatir dan takut kalau Taliban bentuk pemerintahan.

“Khawatirnya itu agak berubah karena suka mendapatkan kepercayaan komunitas global, ” lanjutnya.

Taat keterangan saksi mata, seorang laki-laki dicekik dengan syalnya sendiri dan otot lengannya dipotong. Satu orang lain diberondong peluru.

Seorang saksi mata mengatakan itu bertanya kepada para anggota Taliban mengapa mereka mengabulkan kebrutalan seperti itu.

“Pada saat konflik, semua karakter mati, tidak peduli memiliki senjata atau tidak. Tersebut waktunya perang, ” kata seorang petempur.

Sekretaris Jenderal Amnesti Agnès Callamard mengutarakan: “Kebrutalan pembunuhan ini ialah pengingat akan catatan zaman lalu Taliban, dan indikator mengerikan dari apa yang mungkin akan dibawa sebab pemerintahan Taliban. ”

“Pembunuhan yang disengaja ini ialah bukti bahwa etnis dan agama minoritas tetap beruang dalam bahaya di lembah pemerintahan Taliban di Afghanistan. ”

Dia menambahkan bahwa layanan telepon seluler telah terputus pada banyak daerah yang telah direbut oleh Taliban, jadi informasi tentang pembunuhan itu tidak bocor sampai sekarang.

Amnesty meminta PBB buat menyelidiki dan melindungi mereka yang dalam bahaya.

Taliban terkenal karena aksi brutal mereka selama berkuasa dalam Afghanistan dengan merampas hak-hak perempuan dan etnis minoritas, sebelum mereka digulingkan oleh pasukan koalisi yang dipimpun AS pada 2001.

Di konferensi pers setelah pendudukan Kabul, Taliban berjanji tak akan melancarkan serangan balas dendam terhadap siapa pun yang bekerja dengan tentara AS, dan juga mau memberikan hak-hak kepada rani di bawah hukum syariah Islam.

Namun sebuah sertifikat PBB memperingatkan bahwa petempur Taliban telah pergi daripada pintu ke pintu buat mencari orang-orang yang main untuk pasukan NATO ataupun pemerintah Afghanistan sebelumnya.

Siapakah kelompok Hazara?

  • Keturunan Mongolia dan Asia Tengah
  • Legenda mengatakan bahwa mereka adalah keturunan Jenghis Khan dan tentaranya, yang menginvasi Afghanistan pada abad ke-13
  • Mayoritas mempraktikkan Islam Syiah, di Afghanistan & Pakistan yang didominasi Sunni
  • Merupakan 9% dari 39, 9 juta penduduk Afghanistan
  • Dianiaya secara kejam oleh Taliban di masa berantakan