Arab Saudi, China dan Rusia diperkirakan bakal menduduki status Dewan Hak Asasi Manusia PBB meskipun berbagai organisasi HAM menuduh ketiga negara itu mempunyai catatan buruk.

Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Selasa (13/10) ini diagendakan memilih 15 dari 47 kursi anggota yang ada.

Negara anggota baru akan menduduki kursi di Dewan PEDOMAN selama masa bakti tiga tarikh terhitung mulai Januari 2021.

Pemilihan ini melibatkan kesepakatan-kesepakatan di pungkur layar. Negara calon anggota dinyatakan kalah jika mengantongi kurang sebab 97 suara dalam pemilihan spion.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia menyerukan kepada anggota PBB untuk mempertimbangkan ulang posisi ketiga negara itu ketika pemungutan suara digelar.

Mereka balik mengangkat perlakuan Beijing terhadap kelompok-kelompok minoritas, termasuk Muslim Uighur pada Xinjiang, dan pemberlakukan undang-undang ketenteraman di Hong Kong.

Dalam hal Rusia, mereka menggarisbawahi bahwa Moskow kerap dicurigai meracuni para pengkritiknya.

Adapun Arab Saudi terlibat dalam kasus pembunuhan wartawan pembangkang, Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi pada Istanbul pada tahun 2018.

Dalam berbagai kesempatan terpisah, ketiga negeri selalu mempertahankan catatan HAM itu.

Pencetus api ditempatkan di pemadam kebakaran

UN Watch, salah satu kelompok yang mendatangi tiga negara itu menduduki Lembaga HAM PBB, mengatakan pemilihan itu bertentangan dengan apa yang itu praktikkan.

“Memilih kediktatoran sebagai hakim-hakim PBB untuk masalah hak asasi manusia bagaikan menempatkan sekelompok penyulut suluh sebagai penanggung jawab di arah pemadam kebakaran, ” kata direktur eksekutif UN Watch, Hillel Neuer.

Kursi keanggotaan Dewan HAM dikelompokkan ke dalam lima kawasan.

Untuk kawasan Asia Pasifik, negara-negara yang juga mencalonkan muncul adalah Arab Saudi, China, Nepal, Pakistan dan Uzbekistan untuk memasukkan empat kursi.

“Pelanggar HAM berulang-ulang seharusnya tak dihadiahi dengan kursi pada Dewan HAM. ” Demikian pesan Louis Charbonneau dari Human Rights Watch (HRW).

Dua kursi kelompok Eropa timur yang kosong dibidik oleh Rusia dan Ukraina. Kelompok Eropa barat akan diduduki oleh Prancis dan Inggris.

Pantai Gading, Senegal, Malawi serta Gabon mencalonkan diri untuk memasukkan empat kursi kawasan Afrika.

Kawasan Amerika Latin dan Karibia akan ditempati oleh Meksiko, Kuba & Bolivia untuk tiga kursi dengan ada.

Presiden Donald Trump menarik keanggotaan Amerika Serikat dari Dewan HAM PBB pada tahun 2018 dan mengejeknya “munafik”.