Pihak berwenang di Qingdao, China, akan melakukan pengetesan Covid-19 terhadap seluruh sembilan juta populasinya dalam waktu lima hari setelah ditemukan kasus Covid-19 di kota itu.

Pengetesan massal itu dilakukan sesudah ada laporan 12 kasus baru, melibatkan sebuah rumah sakit yg merawat pasien Covid-19 yang datang dari luar negeri.

Ini untuk kedua kalinya China melakukan pengetesan secara massal. Sebelumnya, pada Mei lalu, China melakukan pengetesan dalam 11 juta warga Wuhan yg kala itu menjadi episentrum pandemi global.

Secara umum, negara itu mampu mengontrol pandemi vrius corona.

Hal itu sangat kontras dengan periode lain di dunia, di mana masih ada jumlah kasus yg tinggi dan penerapan karantina wilayah dengan tingkat pengetatan yang berbeda-beda.

Demikian halnya dengan jumlah dan jangka waktu pengetesan massal, kontras dengan apa yang terjadi di negara-negara lain, misalnya, di Indonesia, hingga Senin (12/10) tercatat baru 2 . 338. 550 orang menjalani tes selama enam bulan pandemi, menurut data pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataan yang diunggah di situs press sosial China, Weibo, komisi kesehatan Qingdao mengatakan enam kasus dan enam kasus tanpa gejala telah terindentifikasi.

Semua kasus itu terkait dengan rumah sakit yang sama, menurut Global Periods .

Otoritas China sekarang mempunyai strategi pengujian massal bahkan saat klaster virus corona baru tampaknya relatif kecil, kata koresponden.

Pengetesan di seluruh kota

Komisi kesehatan Qindao menambahkan bahwa program pengetesan seluruh kota telah diluncurkan, dengan lima distrik akan dites selama tiga hari. Sementara pengetesan seluruh kota jadi selesai dalam waktu lima hari.

Sejumlah 114. 862 orang – termasuk staf medis dan pasien yang baru saja dirawat di rumah sakt – telah dinyatakan negatif Covid-19, menurut komisi itu.

Video yang didistribusikan secara bold memperlihatkan warga mengantri untuk dites hingga malam hari pada Minggu (11/10), menurut Worldwide Times , menambahkan bahwa titik-titik pengetesan beroperasi sejak 07. 00 hingga 23. 00 waktu setempat.

Kasus baru yang terkonfirmasi di kota itu muncul sepekan sesudah masa liburan Pekan Emas di China, dengan jutaan warga The far east bepergian ke penjuru negeri.

Laporan Global Times, yang mengutip biro kebudayaan dan pariwisata Qingdao, mengatakan bahwa kota itu kedatangan 4, 47 juta wisatawan pada periode liburan itu.

Kota tetangga Jinan, yang berada di provinsi yang sama dengan Qingdao, menyerukan kepada siapa pun yang berkunjung ke kota itu sejak 23 September akan menjalani tes Covid-19, menurut laporan The Paper.

Awal bulan ini, Qingdao mengumumkan bahwa dua pekerja di pelabuhan kota itu yang menangani produk laut impor dinyatakan positif Covid-19. Bagaimanapun, tidak diketahui apakah kasus itu telah menulari warga yang lain.

Jumlah infeksi virus corona harian telah menurun secara drastis di China, dan sebagian besar bagian negara itu tampak telah pulih dari pandemi.

Hingga saat ini, ada 85. 578 kasus virus corona di China, dengan 4. 634 orang meninggal dunia.

Awal tahun ini, China telah menuntaskan program pengetesan di Wuhan, dengan 11 juta orang telah menjalani tes dalam waktu 10 hari.

Bagaimanapun Pemeriksa Fakta BBC memperkirakan bahwa angka pengetesan yang mendekati 9 juta selama 10 hari masih merupakan jumlah yang signifikan.

Ratusan pusat pengujian dibuka, dengan ribuan staf pengujian terlibat.