Sumber gambar, Getty Images

Merek es krim Ben & Jerry’s menetapkan untuk menghentikan penjualan pada Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki Israel.

Perusahaan itu mengatakan langkah itu ditempuh karena “berjualan di Provinsi Pendudukan Palestina (OPT) tak konsisten dengan nilai-nilai es krim Ben & Jerry’s”.

Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menegaskan kesibukan tersebut “salah secara moral”. Dia juga memperingatkan majikan Unilever, yang menaungi tanda Ben & Jerry’s semenjak 2000 lalu.

Membaca juga:

Tepi Barat dan Yerusalem Timur telah dikendalikan Israel sejak Perang Timur Pusat pada 1967.

Kini lebih dari 600. 000 penduduk Yahudi bermukim di 140 permukiman yang tersebar pada wilayah tersebut. Sebagian mulia komunitas internasional menganggap permukiman-permukiman itu ilegal berdasarkan asas internasional, namun Israel menyangkalnya.

Sumber gambar, Getty Images

Apa kata Ben & Jerry’s?

Dalam pernyataan dengan disebarkan melalui akun Twitter dan Instagram pada Senin (19/07), Ben & Jerry’s menyatakan keputusan tidak berniaga di Tepi Barat dan Yerusalem Timur mencerminkan keprihatinan “para penggemar dan pacar terpercaya”.

Perubahan itu bakal diterapkan setelah konvensi lisensi yang berlaku zaman ini berakhir pada penghujung tahun depan, sebut perusahaan itu.

“Kami punya kemitraan jangka panjang secara para pemilik lisensi, yang memproduksi es krim Ben & Jerry’s di Israel dan mendistribusikannya di medan itu, ” demikian daya pernyataan mereka.

“Kami tengah berupaya mengubah hal itu, sehingga kami telah menginfomasikan kepada para pemilik lisensi bahwa kami tidak mau memperpanjang perjanjian lisensi zaman perjanjian tersebut berakhir pada penghujung tahun depan. ”

Selain produk ritel, Ben & Jerry’s saat ini memiliki dua toko es krim di Israel. Perusahaan itu mengatakan bakal mendistribusikan produk mereka di Israel melalui perjanjian berbeda, dengan akan diumumkan “saat awak siap”.

Sumber gambar, Reuters

Israel berang atas keputusan Ben & Jerry’s

Para-para politisi Israel marah tempat keputusan itu.

Perdana Gajah Israel, Naftali Bennett, memperingatkan Direktur Eksekutif Unilever, Alan Jope, bahwa rencana Ben & Jerry’s menghentikan pemasaran di Tepi Barat serta Yerusalem Timur akan “berdampak serius, hukum, dan peristiwa lain. ”

Bennet membuktikan merek yang dimiliki Unilever itu “jelas menempuh modus anti-Israel” dan pemerintah Israel akan bertindak agresif mendekati boikot dalam bentuk apapun terhadap warganya.

“Pemboikotan kepada Israel—sebuah negara demokrasi yang dikelilingi pulau-pulau teror—mencerminkan hilangnya rambu-rambu. Boikot tidak berhasil dan tidak akan lulus, dan kami akan melawanya dengan segala kekuatan, ” kata Bennett sebagaimana dikutip Bloomberg.

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, menyebut gerak laku Ben & Jerry’s ialah “aksi menyerah memalukan” kepada anti-Semitisme dan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), yang menyerukan pemboikotan Israel atas perlakuan terhadap Palestina.

“Lebih dari 30 negara bagian di Amerika Konsorsium telah meloloskan undang-undang anti-BDS dalam beberapa tahun terakhir. Sata berencana meminta mereka menegakkan undang-undang ini kepada Ben & Jerry’s, ” cetusnya.

Di lain pihak, juru bicara BDS, Mahmoud Nawajaa, menyambut baik kesimpulan Ben & Jerry’s serta meminta perusahaan itu “mengakhiri semua prosedur dengan apartheid Israel”.

Apa ucapan Unilever?

Dalam pernyataan terisolasi, Unilever mengatakan keputusan tak berjualan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ditempuh dan diumumkan Ben & Jerry’s serta dewan pengurus independen.

Unilever tetap “berkomitmen penuh pada kehadiran ana di Israel, tempat saya menginvestasikan pada orang-orang awak, merek, dan bisnis semasa beberapa dekade. ”

Tatkala itu, pemilik lisensi Ben & Jerry’s yang diwawancarai surat kabar Haaretz mengutarakan “Global Ben & Jerry’s memutuskan tidak memperbarui perjanjian dengan kami dalam utama setengah tahun ke ajaran di tengah penolakan ana [mematuhi] syarat mereka dan berhenti berniaga di seluruh Israel. ”

“Kami meminta pemerintah Israel dan para konsumen untuk tidak mengizinkan pemboikotan terhadap Israel…ES krim bukan periode dari politik. ”

Ben & Jerry’s – dengan didirikan pada 1978 sebab dua sahabat, Ben Cohen dan Jerry Greenfield awut-awutan punya rekam jejak di dalam mengampanyekan aksi-aksi sosial, laksana perlindungan hak LGBTQ+ & perubahan iklim.