• Shayan Sardarizadeh
  • BBC Monitoring

Sumber gambar, Getty Images

Teori konspirasi pertama tentang 9/11 muncul di internet beberapa jam sesudah kejadian, pada 11 September 2001. Dan dengan populernya sosial media, teori-teori konspirasi berkembang dan menyebar dengan semakin liar.

Tetapi kelompok aktivis di AS dan negara-negara lain, salah satunya gerakan 9/11 Truth, berkata fakta-fakta telah diabaikan.

Baca juga:

Sejumlah bagian gerakan tersebut juga diketahui menyebarkan teori konspirasi terkait Covid-19 dan vaksin.

Sesudah peristiwa Serangan 11 September, beberapa politisi, selebritas, serta tokoh media juga dengan publik menyanggah keterangan formal AS. Salah satunya, bekas Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

‘Pemerintahan dunia’

Munculnya tindakan teori konspirasi online mutakhir, seperti QAnon, memiliki para-para pengikut yang meyakini adanya “pemerintahan tersembunyi” atau ” deep state ” di AS. Itu yang dianggap bertanggung pikiran atas Serangan 11 September.

Sebelumnya, teori ini beredar di antara kelompok QAnon sendiri, namun kemudian menyebar ke pengguna internet dengan lebih luas.

Potongan-potongan gambar dari sebuah film seimbang berjudul Loose Change menguatkan narasi-narasi salah yang bersirkulasi.

Beberapa mengatakan pemerintah GANDAR menyutradarai serangan ini, ataupun sudah tahu para pelaku sebelumnya dan memperbolehkan mereka melakukan serangan.

Dan klaim-klaim salah ini bergabung dengan gerakan online yang terhormat baru, yang percaya bahwa ada elite global dengan berencana untuk membatasi kemandirian sipil dan merencanakan pemerintahan dunia yang otoriter.

Sumber gambar, Getty Images

Klaim yang banyak disebarkan dengan online adalah “bahan menjilat jet tidak bisa menitikkan balok baja”, yang mengesankan bahwa World Trade Center hancur oleh bahan peledak.

Laporan resmi mengatakan penyelidikan intensif oleh National Institute of Standards and Technology menyimpulkan pesawat itu mengacaukan dan merusak tiang penongkat dan merusak lapisan anti kebakaran.

Sekitar 38. 000 liter bahan bakar motor tumpah di banyak dasar yang kemudian menyebabkan sinar menjalar. Temperatur sampai 1. 000 derajat celcius menimbulkan lantai melengkung dan tiang penyangga menekuk sehingga menimbulkan suara “ledakan”.

Lantai dengan sangat berat jatuh menciptakan beban berlebihan dari dengan seharusnya disangga oleh pokok gedung. Puing-puing terlempar keluar jendela ketika lantai akan rubuh.

Kebakaran tak terarah

Runtuhnya 7 World Trade Center, gedung pencakar udara dengan 47 lantai dengan terletak di dekat Benara Kembar, telah menarik penuh teori konspirasi, beberapa apalagi menjadi trending di berbagai platform media sosial pada peringatan 9/11 tahun berserakan.

Gedung ini – yang merupakan kantor bagi CIA, Departemen Pertahanan, dan Dewan Manajemen Darurat – hancur beberapa jam setelah Menara Kembar tanpa ditabrak motor ataupun ditargetkan secara khusus.

Sumber gambar, YOUTUBE/NIST

Metode air untuk sistem penyemprot otomatis rusak. Tidak tersedia bukti ditemukan bahan peledak dan tidak ada rekaman serangkaian ledakan sangat keras yang biasa dilakukan sebab penghancuran terkendali.

Gedung tujuh World Trade Center ialah menara pertama dari jenis ini yang runtuh sebab kebakaran.

Menjadi viral

Tanda bahwa runtuhnya 7 World Trade Center terjadi saat laporan langsung Koresponden BBC Jane Stanley – gedung itu tampak tepat di belakangnya – juga dikutip oleh para penggemar teori konspirasi sebagai bukti bahwa organisasi media besar turut terlibat dalam plot tersebut.

Kantor berita Reuters juga sebelumnya salah melaporkan runtuhnya menara itu pra gedung itu rubuh, dengan dikutip oleh salah satunya CNN, sebelum laporan langsung.

Reuters tak lama menyingkirkan pernyataan koreksi – namun hingga kini potongan gambar dari laporan tersebut selalu viral beberapa hari menjumpai peringatan Serangan 11 September.

Jet pribadi

Beberapa teori konspirasi daring menyebut peluru kendali AS ditembakkan ke Pentagon, sebagai bagian dari plot oleh pemerintah, dan lubang yang terdapat di gedung itu terlalu kecil untuk ukuran pesawat penumpang.

Tetapi, anggota American Society of Civil Engineers mengatakan kepada majalah Popular Mechanics bahwa ukuran dan bentuk lubang di Pentagon itu dikarenakan oleh salah satu sayap Boeing 757 yang menghujam tanah, dan sayap dengan lain rusak parah sebab tabrakan dengan gedung.

Sumber gambar, Getty Images

Teori konspirasi lain terkait Pentagon mengatakan pesawat komersial Boeing 757 tidak menabrak gedung namun dilakukan sebuah rudal, pesawat kecil atau motor tak berawak.

Tetapi sejak bukti-bukti memperlihatkan bahwa pesawat American Airlines Flight 77 menabrak Pentagon, para-para pembuat teori konspirasi beranjak pada pertanyaan soal sulitnya manuver pesawat. Dikatakan motor itu tidak dikendalikan al-Qaeda namun oleh Pentagon sendiri.

Laporan resmi mengatakan reruntuk pesawat termasuk kotak hitam ditemukan dari tempat kejadian dan diperiksa oleh FBI.

Meskipun video awal tak menunjukkan puing pesawat tetapi kemudian terdapat rekaman gambar dan foto yang membuktikan bangkai pesawat dan bukti-bukti jalur yang dilalui udara seperti lampu jalanan dengan rusak.

Jenazah awak udara dan penumpang ditemukan dan DNA nya dapat diidentifikasi. Sejumlah saksi mata serupa melihat pesawat menyerang Pentagon.

Pesawat keempat United Airlines 93

Sementara itu, United Airlines Flight 93 melorot di dekat Shanksville, Pennsylvania, setelah para penumpang mencoba merebut kembali kendali motor dari para pembajak.

Masukan resmi mengatakan adanya memotret yang jelas menunjukkan reruntuk pesawat dan rekaman pandangan kokpit pesawat yang membuktikan seorang penumpang berontak dan para pembajak sengaja menjatuhkan pesawat.

Para pembuat teori online juga mengeklaim pesawat itu ditembak jatuh oleh jet pribadi berwarna suci yang terbang ke bandara terdekat.

Sumber gambar, Reuters

Wakil Presiden Dick Cheney, belakangan dalam otobiografinya yang terbit setelah serangan terhadap Menara Kembar, mengaku telah memerintahkan penembakan kepada udara komersial yang dicurigai telah dibajak.

Namun di dalam kekacauan dan kebingungan setelah serangan, perintah ini rusak disampaikan kepada para penerbang pesawat tempur, menurut informasi Komisi 9/11.

Elite Yahudi

Teori salah lainnya mengatakan bahwa tidak ada orang Yahudi yang terbunuh dalam serangan itu karena 4. 000 karyawan Yahudi yang bekerja di World Trade Center menerima rujukan melalui surel agar tidak bekerja besok hari.

Para pecinta konspirasi menyimpulkan pemerintah Israel lah yang melampiaskan serangan, untuk mendorong AS menyerang musuh regionalnya.

Maka tanggung jawab terletak pada elite Yahudi kuat yang mengendalikan berbagai peristiwa negeri dari bayang-bayang.

Tetapi nyatanya, dari 2. 071 korban 9/11 yang berfungsi di WTC, sebanyak 119 terkonfirmasi Yahudi dan setidaknya 72 orang lainnya akhirnya ditambahkan dalam angka tersebut.

Ini berarti, orang-orang Yahudi merupakan 9, 2% objek, menurut riset dokumenter BBC Conspiracy Files. Angka ini sesuai dengan 9, 7% populasi komuter di New York pada hari tersebut.