• Pijar Anugerah
  • BBC Indonesia

Persiapan Idul Adha, warga di Banda Aceh, menyiapkan ketupat.

Menjelang hari raya Idul Adha, masyarakat Muslim kembali diingatkan agar mematuhi protokol kesehatan, tidak hanya dalam salat berjamaah dengan dianjutkan dilakukan di rumah, pertama di wilayah zona merah, tetapi juga saat penyembelihan hewan kurban.

Walaupun penyelenggara penyembelihan hewan kurban berjanji akan menaati protokol, namun masih dibutuhkan pengawasan ketat selama pelaksanaannya.

Kamis (30/07) pagi, tiga pejabat menggelar jumpa pers di layar daring Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Ketua Satgas Nasional Doni Munardo, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla bergantian menyerahkan pernyataan.

Ketua Satgas Nasional Doni Munardo menegaskan, “Saya ingin balik mengingatkan selama pandemi masih berlangsung maka pelaksanaan protokol kesehatan merupakan harga mati. ”

Sementara Jusuf Kalla mengatakan, “Disiplin selalu ada pengorbanan dalam hal ketidaknyamanan, tapi kejadian itu mutlak dilakukan. ”

Di tengah angka penularan Covid-19 Indonesia dengan terus bertambah, total lebih daripada 102. 000 orang, pakar epidemiologi memperingatkan adanya potensi penularan virus corona dalam pelaksanaan kurban.

Idul Adha, hewan kurban, covid-19

Pemotongan kurban pada masa pandemi

Hari raya Idul Adha 1441 Hijriah, yang jatuh dalam akhir Juli, akan berbeda lantaran biasanya karena pandemi. Pelaksanaan kurban harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Pemerintah, meniti Kementerian Pertanian dan Kementerian Pegangan, telah menerbitkan surat edaran berisi panduan pelaksanaan kurban selama pandemi. Panduan itu mencakup langkah-langkah mitigasi risiko dalam penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Menurut panduan itu, pedagang hewan kurban harus mengoptimalkan pemasaran secara daring. Kalaupun melakukan jual-beli secara tatap muka, pedagang maupun pembeli harus menerapkan penjarakan fisik ( physical distancing ), pengecekan suhu tubuh, serta langkah-langkah higiene personal lainnya.

Petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan memasang label tulisan Sehat pada seekor kerbau saat pemeriksaan kesehatan hewan kurban yang dijual di pasar hewan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2020). Pemeriksaan meliputi kondisi fisik, umur dan pemeriksaan gigi tersebut untuk memastikan kelayakan hewan kurban sebelum dikonsumsi pada saat Hari Raya Idul Adha mendatang.

Adapun cara pemotongan hewan kurban diutamakan pada Rumah Potong Hewan-Ruminansia (RPH-R). Asalkan dilakukan di luar RPH-R, pemotongan harus memenuhi protokol Covid-19.

Menteri Keyakinan dalam pernyataan pers pada Kamis (30/07) mengatakan pemotongan hewan kurban harus ikuti protokol, “Lakukan di tempat terbuka, hewan kurban dalam keadaan sehat, petugas pakai kedok dan bawa alat masing-masing, celik jarak, cegah kerumunan orang, serta daging kurban diantar petugas ke alamat penerima. ”

covid-19, idul adha, hewan kurban, Pedagang sapi di Pasar Ambarawa

Panitia kurban di Langgar Salman ITB, Bandung, Kamal Muzakki mengatakan acara kurban Idul Adha tahun ini tidak akan seramai tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya mengurangi jumlah hewan kurban yang dipotong tenggat setengahnya, serta mengurangi jumlah badan dan memberlakukan sif. Hewan kurban yang tidak dipotong akan disumbangkan dalam bentuk hewan hidup.

“Yang terkebat pun nanti harus dalam kedudukan sehat. Jadi kalau enggak enak badan, segala macam, enggak boleh menimbrung, ” kata Kamal.

Selain itu, tarikh ini pengkurban tidak akan diizinkan menyembelih hewan kurbannya sendiri, dan penyembelihan hewan dilakukan secara mati.

“Biasanya kita ada layanan menyembelih sendiri atau bisa disaksikan, biasanya ramai di Salman tiap tahun. Tersebut kita belum buka nih sampai sekarang layanan itu. Jadi asumsinya yang terlibat nanti di proses penyembelihan hanya panitia, ” imbuh Kamal.

Di Solo, Jawa Tengah, sebesar masjid memilih untuk menitipkan cara penyembelihan hewan kurban di tempat RPH milik Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertan KPP) Solo demi mencegah terbentuknya kerumuman orang.

idul adha, covid-19, virus corona, hewan kurban, Pasar Ambarawa

“Rata-rata masjid yang sudah mendaftar tersebut termasuk (pelanggan) baru dan anyar kali ini menyembelih di sini (RPH). Dampak pandemi ini dasar masjid memilih menitipkan menyembelih dalam sini untuk menghindari kerumunan orang banyak, ” kata Kepala Bagian Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Pengeratan Hewan (RPH) Dispertan KPP Solo, Sumarno.

Meskipun jumlah pendaftar terus menyelundup, namun pihak pengelola RPH bakal membatasi jumlah penyembelihan hewan persembahan. Jumlah perwakilan masjid yang dapat menyaksikan proses penyembelihan pun dikurangi.

“Jadi nanti yang masuk itu bekerja untuk mengawasi hewan kurban dan mengawasi daging yang sudah disembelih, ” katanya kepada wartawan pada Solo, Fajar Sodiq.

Ma’i, pedagang hewan kurban di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga menyiapkan protokol kesehatan tubuh untuk penyembelihan. Ia mengatakan, penuh pelanggan yang meminta hewan kurbannya disembelih di tempat dan tepat dibagikan kepada yang berhak.

Menurut Ma’i panduan yang diberikan Kementan serta Kemenag tidak sulit diikuti bila sudah terbiasa melakukan penyembelihan dengan higienis.

“Kalau yang sudah terbiasa dengan pemotongan hewan kurban yang higienis, sebenarnya enggak melalui panduan ini biar kita melakukan itu… hanya bedanya saat ini ada cuci lengah dan pakai sabun. Itu aja.

“Sebelum ini juga kita sudah melangsungkan itu, cuma sekarang ini lebih rinci saja gitu dipandu oleh negeri, ” tuturnya.

Potensi penularan

Pakar epidemiologi daripada Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono memperingatkan adanya potensi transmisi virus corona dalam pelaksanaan kurban. Ia menjelaskan bahwa penularan jalan tidak terjadi dari hewan kurban ke orang, tapi dari karakter ke orang.

Maka dari itu, dia menekankan bahwa pemotongan dan penggolongan hewan kurban harus dilakukan dengan hati-hati.

“Sebaiknya hewan kurbannya diatur, suntuk satu hewan kurban dipotong oleh berapa orang karena di danau akan terjadi kontak yang kira-kira tidak bisa dihindari. Kemudian yang memotong kurban harus pakai kedok.

“Kemudian pada waktu mendistribusikannya juga itu potensi karena mendistribusikannya biasanya secara serempak. Masjid-masjid akan ada antrean dari para penerima hewan potong itu. Jadi itu harus diatur jangan sampai antrean itu enggak ada jarak, ” ujarnya.

Idul Adha, hewan kurban, covid-19

Bagaimanapun, Dirjen Bimbingan Masyarakat Kemenag Kamaruddin Amin membenarkan pihaknya tidak mampu melakukan perlindungan untuk memastikan setiap tempat penyembelihan mematuhi panduan tersebut. Ia meminta masyarakat luas mengawasi penyelenggaraan persembahan agar meminimalkan risiko penularan Covid-19.

“Sehingga kami meminta dalam edaran tersebut penyelenggara berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat… Meskipun juga kementerian agama tentu dengan segala struktur yang dimilikinya juga melakukan pengawasan-pengawasan tersebut, ” katanya kepada BBC News Indonesia.

Dalam pernyataan tertulis, Direktorat Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian mengatakan: “Pembinaan dan perlindungan pemotongan hewan kurban dilakukan sebab dinas yang membidangi fungsi kesehatan tubuh hewan dan kesehatan masyarakat veteriner bekerjasama dengan instasi terkait, bagaikan dinas kesehatan, dinas yang membidangi keagamaan, dan TNI/Polri… ”

“Dinas yang membidangi fungsi kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner ini mau melakukan pengawasan untuk menjamin kesejahteraan hewan, kesehatan hewan, dan keamanan daging kurban yang akan dimakan masyarakat, melalui: 1) Penerbitan Surat Kerangan Kesehatan Hewan (SKKH) ataupun Sertifikat Veteriner 2) Pemeriksaan ante-mortem (hewan hidup) 3) Pemeriksaan post-mortem (setelah hewan disembelih). ”

Sejumlah relawan membawa replika sapi saat aksi kampanye berkurban di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2020). Aksi itu digelar untuk mengajak masyarakat melaksanakan ibadah berkurban di Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Permintaan untuk hewan kurban menurun

Sementara itu, sejumlah pedagang hewan ternak melaporkan berkurangnya pesanan hewan kurban untuk hari raya Idul Adha tahun ini. Salah mulia penyebabnya ialah banyak masyarakat dengan kekurangan pemasukan atau kehilangan order karena pandemi Covid-19.

“Oh dampaknya (pandemi) besar sekali, orang-orang yang dasar beli sapi enggak jadi kulak karena takut keluar rumah, ” kata Muhammad, seorang pedagang dalam Pasar Hewan Ambarawa, Semarang. Ia menambahkan bahwa di masa pandemi, omzetnya turun sekitar 30%.

Pasar Ambarawa, yang buka setiap hari P on dalam penanggalan Jawa, merupakan pasar hewan terbesar pada Jawa Tengah. Hewan-hewan seperti lembu dan kambing didatangkan dari bervariasi desa di Kabupaten Semarang serupa Babadan, Salatiga, Ambarawa, Grabag, serta Sumowono. Pasar ini ramai sebab pembeli dari dalam maupun asing kota.

Menjelang hari raya Idul Adha, Pasar Ambarawa biasanya menjadi sentra jual-beli hewan kurban. Namun tahun ini para pedagang hewan ternak “lagi berspekulasi tinggi” karena seruan hewan kurban menurun akibat pandemi Covid-19, menurut Dimas Tameng, seorang pedagang asal Kedungjati.

“Nanti kalau kita meleset tidak ada pembeli karena Hari Raya Haji juga tidak ada. Ya itu risiko kita, ” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan para pedagang yang berjualan lewat daring. Arief, peternak di Kabupaten Bandung, mengatakan pesanan untuk hewan kurban menurun karena banyak pelanggan setianya terdampak oleh pandemi Covid-19 jadi tidak mampu berkurban tahun ini.

“Biasanya kan sebulan sebelum hari-H tersebut sudah pada booking . Sekarang kan kayaknya enggak pada kurban, [karena] sebagian besar ada yang di-PHK, ” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa dalam tiga tahun harga jual hewan ternak hampir sama, sementara harga keturunan naik setiap tahun sehingga bagian keuntungannya terus berkurang. Belum lagi di masa pandemi, ia kudu berusaha ekstra keras untuk menjual dagangannya.

“Kita sudah turunin harga, telah ada fotonya, sudah ada berat-bobotnya, masih belum nerima . Mungkin pertimbangannya karena sokongan mereka terbatas, ” imbuhnya.

Artikel ini diperbarui dengan keterangan sejumlah pejabat pada Kamis (30/07) kira-kira pukul 14. 15 WIB.