Sumber gambar, Getty Images

Israel berangkat mengerahkan ribuan tentara ke perbatasan Gaza, sementara bagian bersenjata kelompok Palestina, Hamas, mengancam akan terus meneruskan serangan roket dengan mengucapkan menghantam kota seperti Tel Aviv lebih mudah dibandingkan meneguk air minum.

Juru bicara tentara Israel mengatakan 3. 000 tentara cadangan telah dipanggil untuk bersiap.

Hamas terus mengeluarkan roket ke Israel, secara sirene bergaung di kota-kota Israel namun sejauh tersebut tak ada korban bertambah lanjut.

Di Gaza, setidaknya 83 orang dilaporkan mati akibat serangan udara Israel sejak serangan terjadi dalam Senin (10/05) lalu. Tengah di Israel, tujuh orang meninggal sejauh ini.

Wartawan BBC di Gaza mengatakan wilayah itu mengalami masa paling pelik sejak perang pada 2014.

Sumber gambar, Getty Images

Saling serang antara grup Palestina dan tentara Israel meningkat signifikan di Belang Gaza dan PBB mengkhawatirkan terjadinya “perang skala penuh”.

Lebih dari 1. 000 roket diluncurkan oleh kaum Palestina selama lebih 38 jam, kata Israel, sebagian besar diarahkan ke Tel Aviv.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba pada mesin pencari lain

Sementara Israel melancarkan ratusan serangan udara, menghancurkan dua blok gedung di Gaza pada Selasa dan Rabu (12/05).

Sekretaris Jendral PBB, António Guterres mengatakan dia “sangat prihatin” atas berlanjutnya kekerasan.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, Getty Images

Sebelumnya, Israel menetapkan laksana darurat di pusat tanah air Lod setelah muncul keonaran dari warga Arab Israel.

Sejumlah mobil terbakar dan ada ayah dan bujang – yang dua-duanya masyarakat Arab Israel – mati saat sebuah roket yang ditembakkan dari Gaza menimpa mobil mereka.

Korban di Gaza termasuk lima orang dari satu rumpun yang terhantam serangan suasana Israel.

Jalan-jalan penuh secara puing bangunan yang tenggelam dan mobil-mobil yang hanyut dan terbakar.

Israel mengatakan mereka melakukan serangan untuk membunuh anggota senior Hamas di Gaza.

Sumber gambar, Getty Images

Kekerasan berdarah di Timur Tengah tetap berlangsung saat militer Israel dan kelompok Palestina sedang saling memuntahkan amunisi pada Rabu dini hari (12/05), sedangkan utusan khusus PBB Tor Wennesland memperingatkan kedua pihak yang bertikai kalau mereka sedang mengarah ke “perang berskala penuh”.

Militan Palestina sebelumnya membicarakan telah menembakkan 130 peluru kendali ke kota Tel Aviv di Israel, Selasa (11/05) waktu setempat, tidak periode setelah pesawat tempur Israel menghancurkan sebuah apartemen pada Gaza.

Bangunan 13 lantai itu diserang Israel utama setengah jam setelah penghuni dan warga di sekitarnya diultimatum untuk mengungsi, sejenis menurut kantor berita Reuters.

Pertikaian yang kini terjadi merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir & terus memakan korban spirit.

Sumber gambar, AFP per Getty Images

Berserakan 230 orang luka-luka setelah serangan udara Israel, penuh yang diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Komunitas internasional mendesak kedua pihak menutup pertikaian yang terjadi sudah kerusuhan selama beberapa hari di Yerusalem.

Seruan sewarna juga dilontarkan oleh suruhan khusus PBB untuk perbaikan di Timur Tengah, Tor Wennesland. “Hentikan segera penembakan. Kita sedang mengarah ke perang berskala penuh. Arahan kedua pihak harus menjemput tanggungjawab untuk meredakan kekerasan, ” demikian cuitnya dalam Twitter.

“Dampak perang di Gaza sangat menghancurkan serta tengah dibayar mahal sebab warga-warga biasa. PBB tengah bekerja dengan semua bagian untuk mengembalikan ketenangan. Hentikan kekerasan sekarang juga, ” lanjut Wennesland seperti yang dikabarkan Reuters .

Sumber gambar, AFP per Getty Images

Hamas, kelompok yang mengontrol Gaza, menyatakan aksi mereka adalah pembelaan atas “agresi & terorisme” Israel.

Hamas, lengah satunya, merujuk bentrok masyarakat sipil Palestina dengan polisi Israel di masjid al-Aqsa yang menyebabkan ratusan karakter terluka.

Namun tembakan berpandu ke Tel Aviv, taat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, adalah perbuatan dengan melewati batas.

Dia mengecap itu tembakan roket pertama ke Yerusalem dalam kurang tahun terakhir.

Aksi saling balas kekerasan di Yerusalem yang terjadi belakangan adalah yang terburuk sejak tahun 2017.

Rangkaian perkara ini pecah seiring meningkatnya kemarahan warga Palestina bertemu ancaman penggusuran dari vila mereka di Yerusalem Timur.

Kawasan itu diduduki oleh pemukim Yahudi.

Semasa sebulan terakhir, pengunjuk rasa Palestina berhadapan dengan penjaga Israel di bagian kota Yerusalem yang mayoritas penduduknya keturunan Arab.

Sumber tulisan, EPA

Bagaimana kondisi terkini?

Rekaman video memperlihatkan roket melesat di langit Tel Aviv malam kemarin. Beberapa saat kemudian, roket tersebut meledak karena dihantam rudal pencegat milik Israel.

Lupa satu korban roket tersebut, klaim pejabat Israel, adalah seorang perempuan berusia 50 tahun di kawasan Rishon LeZion, dekat Tel Aviv.

Di kawasan tepian Tel Aviv, Holon, sebuah roket menghantam bus hampa, menurut juru bicara kepolisian Israel, Mickey Rosenfeld, pada kantor berita AFP.

Sumber gambar, Getty Images/Anadolu Agency

Di Tel Aviv, sekelompok pejalan kaki berlindung dan warga lokal yang lain keluar dari restoran untuk tiarap di trotoar saat sirene dibunyikan.

Bandara dalam Tel Aviv, Ben Gurion, sempat berhenti beroperasi kelanjutan serangan roket Hamas. Hasil lainnya, jaringan pipa gaya antara kota Eilat & Ashkelon rusak.

Roket tersebut diluncurkan setelah penghancuran Benara Hanadi di Gaza, dengan merupakan kantor yang dimanfaatkan oleh pimpinan politik Hamas.

Beberapa jam setelah runtuh, masih belum ada laporan korban jiwa.

Sumber tulisan, EPA

Di sisi asing, sebuah gedung bertingkat pada Gaza dihancurkan militer Israel. Menteri Pertahanan Israel, Benny Gantz, menyebut serangan Israel itu “baru permulaan”.

“Organisasi teror sudah tertumbuk keras dan akan tetap terpukul karena keputusan mereka untuk menyerang Israel, ” kata Gantz.

“Kami mengembalikan kedamaian dan ketenangan untuk jangka panjang, ” ucapnya.

Pimimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan siap bila Israel terus-menerus menyerang.

“Apabila Israel ingin meningkatkan pertambahan, kami siap dan kalau mereka ingin menghentikannya, saya juga siap, ” sekapur Haniyeh dalam pidato dengan disiarkan televisi.

“Akan ada keseimbangan kekuatan perdana. ”

Melansir Reuters, juru bicara militan Hamas dalam Gaza, Abu Ubaida, selalu mendorong warga keturunan Arab untuk melawan Israel.

Dewan Keamanan PBB berencana menggelar pertemuan tertutup, Rabu ini, untuk membahas permusuhan Israel-Palestina.

Sumber gambar, Reuters

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan dalam Gaza mengatakan setidaknya 26 orang, antara lain 10 anak-anak, tewas akibat serangan udara Israel.

Lebih dari 150 warga sipil di Gaza juga disebut terluka akibat serangan Isreal.

Beberapa objek di Gaza itu adalah perempuan berusia 59 tarikh dan putranya yang penyandang diabilitas, serta satu puak yang terdiri dari 3 anak-anak dan empat karakter dewasa.

Apa yang membuahkan kekerasan?

Pertempuran antara Israel dan Hamas dipicu antagonisme selama berhari-hari antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks puncak gundukan suci di Yerusalem Timur.

Lokasi itu sangat dihormati umat Muslim. Mereka menyebutnya sebagai Al-Haram asy-Syarif (Tempat Suci Mulia).

Derajat yang serupa diakui sebab komunitas Yahudi. Mereka menyebut situs itu sebagai Temple Mount.

Hamas menuntut Israel menarik pasukan kepolisian dari lokasi tersebut dan distrik yang didominasi turunan Arab, Sheikh Jarrah.

Sheikh Jarrah adalah lokasi dalam mana beberapa keluarga Palestina menghadapi ancaman penggusuran oleh pemukim Yahudi.

Luka menganga dari konflik yang belum terselesaikan

Telaah Jeremy Bowen, editor rumor Timur Tengah

Latar belakang pemicu eskalasi kekerasan saat ini masih lestari sama dengan yang sebelum-sebelumnya.

Konflik ini adalah luka terbuka dari perseteruan tak terselesaikan antara komunitas Yahudi dan Arab.

Kontroversi itu merusak sekaligus menutup hubungan Palestina dan Israel selama beberapa generasi.

Bagian terbaru konflik ini terjadi menyusul ketegangan di Yerusalem, yang selama ini ialah bagian utama perselisihan.

Tempat-tempat suci di Yerusalem bukan hanya simbol nasional dan juga agama. Klaim atas lokasi ini kerap memicu kekerasan.

Satu diantara pemicu konflik saat ini merupakan kebijakan Israel yang sewenang-wenang terhadap warga Palestina.

Di dalam masa Ramadan saat ini, meja hijau Israel mengeluarkan putusan kontroversial untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka pada Sheikh Jarrah.

Namun perkara lainnya turut menjadi kausa. Krisis ini ibarat bom waktu yang siap meledak, yang, sekali lagi, dibiarkan membusuk.

Para pemimpin Israel maupun Palestina berfokus mengelola posisi mereka sendiri. Tantangan terbesar konflik ini, yaitu kesepakatan damai, tidak ditangani secara serius selama bertahun-tahun.

Militer Israel sebelumnya mengatakan bahwa 90% peluru yang diluncurkan Hamas bisa dicegat sistem pertahanan antirudal Kubah Besi.

Adapun salah satu “target teror” yang dibidik Israel di Gaza adalah dua terowongan yang digali di bawah perbatasan dengan Israel.

Israel mengeklaim, serangan udara mereka setidaknya menewaskan kepala bagian roket khusus kelompok Jihad Islam, Samah Abed al-Mamlouk.

Israel menyebut komandan bagian rudal antitank Hamas juga tewas dalam serangan suasana ini.

Sumber gambar, Getty Images/Anadolu Agency

Status Yerusalem, dengan makna religius & nasional yang dalam bagi kedua belah pihak, merupakan inti konflik menahun Israel-Palestina.

Israel mencaplok Yerusalem Timur pada tahun 1980. Mereka menganggap seluruh wilayah kota itu sebagai ibukota, walau klaim ini tidak diakui oleh sebagian tinggi negara lain.

Di sisi lain, Palestina menyatakan arah timur Yerusalem itu adalah ibu kota negara yang mereka harapkan.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain