Sumber tulisan, KURUN FOTO/Fauzan

Korban meninggal akibat kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Posisi I Tangerang bertambah 3 orang, pada Kamis (09/09). Ini membuat jumlah objek meninggal menjadi 44 karakter.

Tiga narapidana dengan menjadi korban terbaru adalah napi kasus narkotika.

“Pada hari ini sudah meninggal dunia narapidana target kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang di Rumah Lara Umum Daerah Tangerang, ” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti, di dalam keterangan pers, Kamis (09/09).

Baca selalu:

Dalam Rabu (8/9), jumlah target tewas sebanyak 41 orang – termasuk dua awak negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa semenjak berdiri selama 49 tarikh Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya.

Ini terkait secara pernyataan sebelumnya dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa sangkaan sementara penyebab kebakaran ialah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

“Lapas Kelas I Tangerang dibangun tahun 1972. Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya tapi instalasi listrik sedang tetap, ” kata Yasonna dalam jumpa pers dalam Tangerang Rabu (8/9).

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Yasonna melanjutkan, dugaan sementara kaya disampaikan Kapolda Metro Jaya tadi adalah karena perkara arus pendek. Namun serupa itu Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang menyimak sebab musabab dari kebakaran tersebut.

Yasonna serupa mengakui bahwa Lapas Tangerang ini sudah kelebihan daya 400%, saat ini dihuni 2. 072 orang.

Sumber gambar, BBC Indonesia

Bagaimana kronologinya?

Yasonna melahirkan bahwa kebakaran mulai berlaku pada pukul 01. 45 WIB di blok C2. Di blok itu terdiri dari beberapa kamar yang dikunci.

Petugas pengawas melihat ada api & langsung menghubungi pemadam kebakaran. Selang 13 menit lalu pemadam kebakaran datang. Tidak sampai 1, 5 jam api bisa dipadamkan.

Terkait banyaknya korban hayat, Yasonna mengungkapkan bahwa itu karena api menyebar secara cepat dan kamar-kamar terkatup.

“Oleh karena api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang sejenis cepat. Kenapa dikunci? Itu sesuai protap lapas bahwa kamar harus dikunci, ” ujarnya.

Menurutnya, 40 orang meninggal di wadah, 1 dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 75 selamat langsung dievakuasi. Kira-kira kamar sudah tidak menguatkan lagi untuk dibuka karena petugas tidak mampu menerjang api.

“Kita memeriksa memadamkan api menggunakan APAR, tapi tidak cukup sebab api sudah membesar. Kami sudah lihat kondisinya seolah-olah apa, ” ujar Yasonna.

Sumber gambar, Antara Foto

Sumber gambar, Antara Menjepret

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Jenazah korban pelik dikenali

Dia mengatakan bahwa kepolisian memeriksa TKP & mengidentifikasi jenazah melalui sandaran Inafis Mabes Polri pada RS Polri. “Keluarga korban kiranya dapat bekerja pas dengan Inafis melalui cek DNA.

“Kondisi jenazah sudah sulit dikenali, ” perkataan Yasonna.

Di jarang para korban, terdapat perut warga negara asing, yakni asal Portugal dan Afrika Selatan. “Kami sudah kegiatan sama dengan Kanwil serta Kedubes Portugal dan Afrika Selatan, ” kata Yasonna.

Sebelumnya, Kapolda Metro Hebat mengungkapkan para korban yang meninggal dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang dan RSUP Sitanala. Korban luka mengandung ada delapan orang. Sedangkan yang luka ringan 72 orang.

Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Rika Aprianti mengungkapkan kebakaran itu berlaku sekitar pukul 01. 50 WIB di blok C.

“[Korban meninggal] semua warga binaan, ” kata Rika kepada BBC News Indonesia.

Sumber tulisan, Kurun Foto

Kelebihan daya

Sebelumnya, Rika kepada para wartawan mengakui bahwa golongan itu sudah kelebihan daya. Menurutnya blok itu sedianya untuk 40 napi. Tetapi blok itu dihuni 120 orang.

Kelebihan kapasitas tak hanya di blok tersebut, tapi juga secara keseluruhan di Lapas Kelas satu Tangerang.

“Kondisi lapas tetap over-kapasitas yang harusnya 900 (orang), saat ini diisi 2. 069 orang, ” ujar Rika dalam tayangan Kompas TV , Rabu (08/09).

“Tentunya memang tidak bisa dijadikan alasan, tetapi itulah tantangan yang harus kami hadapi, ” ucap dia.

Tempat juga mengungkapkan penyebab kebakaran masih sedang diselidiki bertambah lanjut.

“Saat ini konsentrasi kami adalah di dalam warga binaan dan pemulihan kondisi Lapas. Kami kudu jaga kondisi Lapas Tangerang agar tetap kondusif, ” ujar Rika.

Dia juga menganjurkan kepada rumpun napi yang ingin pelajaran keadaan kerabatnya di Lapas Tangerang agar menghubungi nomor hotline call center.

“Kepada keluarga yang mau mengetahui kondisi kerabatnya, silakan hubungi nomor 0813 83557758, ” kata Rika.

Artikel ini akan diperbarui secara berkala.