Sumber gambar, AFP

Pihak berwenang di Arab Saudi menyatakan mendukung kecendekiaan pembatasan volume pengeras pandangan di masjid-masjid di negara itu.

Kementerian Kesibukan Islam Saudi mengumumkan minggu lalu semua pengeras pandangan harus disetel hanya sepertiga dari volume maksimum.

Gajah Urusan Islam Abdullatif al-Sheikh mengatakan tindakan itu sebagai tanggapan atas keluhan dibanding masyarakat.

Namun langkah itu memicu berbagai reaksi di media sosial.

Tagar yang menyerukan biar musik keras dilarang pada restoran-restoran maupun kafe mulai menjadi trending.

Sheikh mengutarakan keluhan itu di antaranya dilayangkan oleh para karakter tua yang mengaku bahwa pengeras suara dari masjid itu mengganggu tidur anak-anak.

Sumber gambar, Eric Lafforgue/Getty

Berbicara dalam video yang ditayangkan oleh televisi negeri, Sheikh mengatakan bahwa itu yang ingin salat tak perlu menunggu panggilan seruan salat.

Dia menyebut orang-orang yang mengkritik kebijakan itu meniti online sebagai “musuh kerajaan” dan mengeklaim mereka “ingin menggerakkan opini publik”.

Baca juga:

Peraturan pembatasan volume pengeras suara masjid ini tumbuh ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman melanjutkan upaya guna membuat Arab Saudi lebih liberal dan menekan peran agama dalam kehidupan publik.

Kebijakan pembatasan baik telah dilonggarkan, seperti diakhirinya larangan pengemudi bagi trah perempuan.

Tapi si putra mahkota juga menangani kebebasan berekspresi di negara itu.

Ribuan kritikus telah ditangkap dan dipenjarakan.

Tempat ibadah mulai dibuka dalam pengawasan ketat

Sementara itu, beberapa posisi paling penting di negeri Islam telah dibuka balik dua bulan setelah pandemi virus corona memaksa situs-situs itu ditutup.

Pembukaan tersebut memungkinkan para jamaah menyelap ke dalamnya dengan peraturan ketat.

Ratusan orang Muslim masuk ke Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, situs tersuci ketiga bagi umat Islam, untuk salat subuh pada hari Minggu.

Sumber gambar, Getty Images

Beberapa orang meneriakkan “Allah Akbar”, sementara lainnya mencium lantai saat kerumunan orang memasuki kompleks suci itu.

Di dalam masjid, tindakan pencegahan dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

Sumber gambar, Reuters

Para jamaah diperiksa suhu tubuhnya, berdiri berjauhan satu sama lain, dan diminta mengenakan masker dan membawa sajadah sendiri.

“Setelah mereka membuka masjid, saya merasa bisa bernafas kembali. Alhamdulillah, ” kata Umm Hisham, seorang warga Yerusalem, terlihat emosional tatkala memasuki masjid.

Sumber gambar, Getty Images

Masjid Al-Aqsa, dan banyak tempat suci lainnya, dibatasi bagi jemaahnya semenjak pertengahan Maret lalu, yang berarti mereka tidak dapat melakukan salat setiap hari selama bulan Ramadan.

Kendatipun ancaman virus corona masih tetap ada, banyak negara melonggarkan pembatasan secara bertahap setelah berminggu-minggu dilockdown, dengan membuka tempat-tempat suci untuk para jemaah dan pengunjung yang dibatasi.

Sumber gambar, EPA

Di Arab Saudi pada hari Minggu, ada suasana serupa di Masjid Nabawi di kota Madinah, ketika para jamaah berkumpul untuk salat.

Masjid itu adalah salah satu dari sekitar 90. 000 masjid yang tengah dipersiapkan untuk dibuka kembali oleh otoritas Saudi.

Menjelang pembukaan kembali masjid-masjid, jutaan orang diyakini telah dikirimi pesan tertulis dalam berbagai bahasa untuk memberi tahu mereka perihal aturan baru selama salat berjamaah.

Sumber gambar, Reuters

Dalam pesan tertulis itu, yang dikirim oleh Kementerian Urusan Islam, memerintahkan para jamaah untuk salat secara terpisah dalam jarak dua meter, dan menahan diri untuk tidak saling menyapa dengan pelukan atau jabat tangan.

Masyarakat diminta untuk melakukan ritual wudu di rumah, lantaran kamar mandi di masjid akan tetap ditutup.

Sumber gambar, Reuters

Khotbah dan salat berlangsung tidak lebih dari lima belas menit.

Masjidil Haram di Mekah akan tetap ditutup sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Situs tersuci bagi umat Islam, yang biasanya dikunjungi jutaan jemaah setiap tahun, di mana kebanyakan dari mereka melakukan ibadah haji.

Semua foto memiliki hak cipta.