Sumber tulisan, NurPhoto/Getty Images

Presiden Joko Widodo mengungkapkan pemerintah menyiapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro gawat di tengah lonjakan urusan Covid-19.

PPKM mikro darurat ini mau diberlakukan di 44 kabupaten dan kota di enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

“Hari ini ada finalisasi tilikan untuk kita melihat, sebab lonjakan yang sangat luhur, dan kita harapkan selesai karena diketuai oleh Pak Airlangga [Hartarto], Menko Perekonomian, untuk memutuskan diberlakukannya PPKM Darurat, ” kata pendahuluan Jokowi saat membuka Perhimpunan Nasional Kamar Dagang serta Industri (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara, yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Kepala, Rabu (30/06).

“Tidak tahu apakah keputusannya seminggu atau dua minggu, sebab petanya sudah kita ketahui semuanya, khusus hanya pada Pulau Jawa dan pada Pulau Bali karena di sini ada 44 kabupaten/kota dan enam provinsi yang nilai asesmennya sesuai dengan parameter laju penularan oleh WHO, ” lanjut Presiden.

Jokowi tahu lonjakan kasus Covid dalam beberapa pekan terakhir pada daerah-daerah sehingga membuat penuh rumah sakit makin penuh merawat pasien virus corona.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi memaparkan contoh suasana infeksi Covid di Jakarta Barat, di mana banyak titik merah yang menunjukkan penularan secara merata di wilayah itu.

Baca juga :

“Saya berikan contoh peta dalam Jakarta Barat, RT/RW yang kelurahannya terkena Covid, Bapak-Ibu bisa lihat sudah seperti itu. Artinya sudah merata, jadi harus ada sebuah kesimpulan yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini, ” lanjutnya.

Sumber gambar, ANTARA MENJEPRET

Presiden juga mengingatkan bahwa kenaikan kasus Covid ini selalu berpengaruh kepada indeks kepercayaan konsumen.

Begitu pembatasan ketat dikerjakan, kemudian mobilitas turun, kasusnya ikut turun, indeks kepercayaan konsumen pasti naik. Akan tetapi begitu kasusnya terus terangkat, indeks kepercayaan konsumen turun.

“PPKM darurat itu mau tidak mau harus dilakukan karena kondisi-kondisi tadi yang disampaikan, ” lanjut Jokowi.

Dalam beberapa hari terakhir, kasus membangun harian memecahkan rekor dengan berada di atas 20. 000 per hari.

Di Selasa (30/6) kasus segar sebesar 21. 087 & kematian bertambah 467 nyawa, ungkap Kementerian Kesehatan pada akunnya di Twitter.

Sumber gambar, Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay

PPKM mikro hingga k esulitan mencari tempat tidur di RS

Sumber gambar, ANTARAFOTO/ADENG BUSTOMI

Pada lapangan, warga mulai bertemu kepanikan saat terinfeksi Covid-19 dan sebagian rumah melempem mulai penuh, diwarnai laku pemborongan tabung gas oksigen.

Sejumlah peneliti mengucapkan fenomena ini membuktikan kalau kebijakan yang dirumuskan pemerintah telah gagal mengendalikan virus corona.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FAUZAN

Seorang anggota keluarga masyarakat di Jakarta menceritakan pengalaman sulit yang dialami.

Supomo, 68 tahun, terkulai luwes di atas tempat tidurnya. Ia dirawat di vila sendiri hampir satu pasar terakhir. Warga Jakarta Timur ini dinyatakan terinfeksi Covid-19 yang diikuti penyakit tifus, flek paru-paru, dan radang tenggorokan.

Panas badannya stabil 39-40 drajat Celsius, dengan tingkat saturasi mencapai titik 88%, atau diambang tak sadarkan diri.

“Cuma karena sudah tersedia [persediaan tabung] oksigen ya untuk sementara, sambil tunggu rumah sakit yaitu perawatannya [tempat tidur], sebisanya di rumah, ” introduksi M. Ihsan, anak daripada Supomo.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/ADENG BUSTOMI

Sejak akhir minggu kemarin, Ihsan kesulitan mencari tempat tidur kosong pada rumah sakit. Tiga rumah sakit pemerintah, dan mulia rumah sakit swasta dengan ia datangi, sudah sempurna pasien Covid-19.

“RS Polri [Sukanto], pagi dicek bisa, agak siangan penderita makin banyak, tak terkontrol. Pas saya masuk, sudah bertumpuk-tumpuk berkas pasien Covid-19 yang masuk. Jadi, bakal dibilang apa, ” katanya.

Selama merawat ayahnya di rumah, Ihsan berbagi perintah dengan kakaknya. Kakaknya yang sudah positif Covid-19, merawat dalam rumah. Sementara Ihsan mengurus dari luar sendi seperti membeli keperluan obat-obatan sampai mencari rumah melempem.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IRWANSYAH PUTRA

Sejauh ini, Supomo segar sekali dikunjungi dokter sejak Puskemas terdekat. Hal yang diharapkan Ihsan bisa dilakukan secara rutin selama ayahnya dirawat dari rumah.

“Paling tidak, ada pantauan rutin. Jadi kita kalau ada sesuatu, nggak panik, ” tambah Ihsan.

Kasus pengganggu mencari tempat tidur dalam rumah sakit serta kawasan isolasi mandiri juga diceritakan beberapa orang melalui media sosial. Antara lain, akun @puspitazia dengan mengunggah cerita tentang diri dan keluarganya yang terkena Covid-19.

Ia sampai harus terpaksa mudik, dan peluang kehilangan pekerjaan.

Darurat ketersediaan ranjang

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FAUZAN

Kasus harus merawat muncul sendiri atau orang terdekat yang terinfeksi virus corona dari rumah merupakan dampak dari tingkat ketersediaan panti sakit rujukan atau tempat-tempat isolasi yang mulai penuh.

Satgas penanganan Covid-19 melaporkan tingkat ketersediaan tempat rebah di lima provinsi Nusantara telah mencapai lebih daripada 80%. Provinsi tersebut jarang lain Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, & Banten.

Sebagai gambaran dalam Jakarta, tingkat keterisian dalam RS rujukan Covid-19, Wisma Atlet, sudah mencapai 90, 22%.

Sementara tersebut, di Jawa Barat level keterisian RS rujukan Covid-19 mencapai 88, 51%. Apalagi delapan di antaranya melebihi ambang kapasitas maksimum, seperti RS Universitas Indonesia di Praja Depok mencapai 110. 58% atau dari kapasitas 104 tempat tidur, telah terisi 115 tempat tidur.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/GALIH PRADIPTA

Lalu, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Banten rata-rata keterisian tempat tidur mencapai 85%.

Aksi sekaligus tabung oksigen juga berlaku di daerah-daerah seperti Jakarta dan Rembang, Jawa Pusat, seperti dilaporkan sejumlah media.

Per Rabu (23/06), jumlah kasus harian dalam Indonesia mencapai 15. 308 kasus. Jumlah ini menjadi yang tertinggi selama pandemi berlangsung. Akumulasi positif Covid-19 berjumlah 2. 033. 421 kasus.

Direktur Kebijakan Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Olivia Herlinda mengatakan ini sebagai “indikasi kuat bahwa layanan kesehatan sudah tidak berfungsi sama dengan mestinya. ”

Menurut kajian CISDI, kasus Covid-19 yang meningkat minggu-minggu ini karena upaya pelacakan kontak, tes covid, dan perawatan (3T) semakin melemah. Di level masyarakat, perilaku 3M juga melemah.

“Pelonggaran baik yang tidak terkontrol, libur panjang, lebaran, dan varian delta yang terbukti lebih infeksius, ” kata Olivia.

Penelusuran kontak disebut melemah

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IDHAD ZAKARIA

Dalam sebuah penelitian CISDI baru-baru ini menunjukkan penuh kasus Covid-19 yang tidak terlaporkan. Dalam survei dengan dilakukan di Kecamatan Semenanjung Priok, tercatat kasus yang tidak dilaporkan 12 kala lebih tinggi dari yang terdata.

CISDI mengumpulkan bukti primer sampel darah dan demografi serta perilaku 3. 196 responden dalam rentang waktu 23 November 2020 hingga 19 Februari 2021.

“Survei ini mengindikasikan upaya tes dan pelacakan belum optimal hingga tidak seluruh kasus terdeteksi, banyak urusan asimptomatis dan ringan petunjuk serta sistem surveilans & pelaporan data mungkin masih menjadi kendala hingga tak semua kasus terlaporkan, ” kata Olivia.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/IDHAD ZAKARIA

Sementara tersebut, Epidemiolog, Masdalina Pane menghargai RS yang penuh, serta aksi borong tabung udara merupakan dampak dari kebijakan yang ia sebut “tidak dilakukan secara sistematis”.

Introduksi Lina—sapaan Masdalina Pane—untuk mengarahkan penularan sejak awal, sepantasnya pemerintah menggencarkan pelacakan relasi atau tracing yang diikuti dengan karantina.

Sejauh ini, kata Lina, penelusuran kontak erat pada pasien Covid-19 semakin menurun. “Rasio yang dulu itu satu: 10, 1: 12 di beberapa wilayah. Sekarang 1: 1, 1: 1, 5, ” kata Lina. Berarti, saat ini, penelusuran relasi erat dari satu anak obat Covid-19 hanya dilakukan pada satu hingga dua orang terdekat.

Sumber gambar, ANTARAFOTO/M RISYAL HIDAYAT

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) penelusuran kontak yang ideal dari satu pasien Covid-19 antara 20 hingga 30 orang.

“Nah tersebut yang sekarang kita menentang, kita tidak mengurus tersebut sama sekali, sehingga Indonesia tidak baik-baik saja saat tersebut, ” kata Lina pada BBC News Indonesia, Rabu (23/06).

Bertaruh dengan kecendekiaan PPKM mikro

Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah memutuskan PPKM ukuran mikro menjadi pilihan positif untuk diterapkan saat itu.

“Pemerintah melihat kebijakan PPKM mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk konteks saat ini, untuk mengendalikan Covid-19, sebab bisa berjalan tanpa menutup ekonomi rakyat, ” kata Presiden Jokowi dalam informasi persnya, Rabu (23/06).

Sumber gambar, ANTARAFOTO/FIKRI YUSUF

Presiden juga meyakini penerapan PPKM skala mikro hingga tingkat desa bisa mengendalikan penyebaran virus corona. “Jika PPKM mikro terimplementasi dengan cantik, tindakan-tindakan di lapangan yang terus diperkuat, semestinya cepat kasus bisa terkendali, ” katanya.

Ia juga memerintahkan gubernur, bupati hingga pemangku kota “mempertajam penetapan PPKM mikro, optimalkan posko-posko Covid-19 yang telah terbentuk dalam masing-masing wilayah desa atau kelurahan. ”

“Fungsi sempurna posko adalah mengubah lagak masyarakat agar dispilin 3M, memakai masker menjaga senggang, mencuci tangan, kedisiplinan 3M menjadi kunci dan menguatkan pelaksanaan 3T, testing, tracing, treatment hingga ke level desa, ” kata Kepala Jokowi.