Perawat Vietnam

Vietnam mengalami kematian pertama sebab Covid-19 yang menjadi pukulan mengandung bagi negara yang bangga atas keberhasilannya dalam mengatasi virus corona tanpa menimbulkan korban jiwa.

Pasien pertama yang meninggal dunia itu adalah seorang pria berusia 70 tahun di kota Hoi An, lapor media pemerintah pada Jumat (31/07).

Tidak ada kasus penularan baru yang dilaporkan selama bertambah dari tiga bulan sebelum tampak wabah di kawasan wisata Da Nang awal pekan ini.

Vietnam, yang berpenduduk sekitar 95 juta jiwa, hanya mencatat 509 urusan sejak terjadi pandemi.

Tidak seperti negeri2 lain, Vietnam sudah mulai menempuh langkah-langkah bahkan sebelum ditemukan urusan, menutup perbatasan sejak awal untuk hampir semua pengunjung, kecuali warga negara sendiri yang ingin pulang.

Siapapun yang masuk ke negeri itu harus menjalani karantina selama 14 hari di tempat-tempat dengan disediakan pemerintah dan menjalani pemeriksaan.

Untuk sementara waktu, pendekatan itu tampak sangat efektif, tanpa ada gigi lokal baru yang dilaporkan semenjak pertengahan April.

Negara itu memiliki pujian atas usaha tepat waktu untuk mencegah penyebaran virus serta juga atas perawatan yang dikasih kepada seorang pilot Skotlandia yang mengalami koma selama dua kamar setelah terinfeksi Covid-19.

Dipuji selamatkan pilot Skotlandia

Namun awal minggu ini pegari berita buruk bahwa kasus-kasus hangat ditemukan di kawasan wisata populer di Da Nang.

Puluhan ribu wisatawan dari seluruh negeri berlibur di kota ketika itu, banyak dari mereka percaya ancaman virus corona telah berlalu.

Penjual sayur di Vietnam

Pemerintah awalnya menutup kota bagi semua pengunjung, sebelum memerintahkan karantina menyeluruh pada Rabu (29/07).

Perdana Gajah Nguyen Xuan Phuc telah memerintahkan penduduk Da Nang untuk menerapkan pembatasan jarak sosial dan menyumbat seluruh aktivitas nonesensial.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah lain harus segera tanggap setelah muncul kasus di Da Nang.

“Kita harus bertindak lebih cepat serta lebih tegas untuk mengendalikan pagebluk, ” kata PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc sebagaimana dilaporkan media pemerintah.

Wartawan BBC News Vietnam, Bui Thu, melaporkan semula berita kematian pasien karena Cov id-19 itu sempat dihapus dari semua situs berita pemerintah dan baru balik muncul setelah dikonfirmasi oleh Komisi Nasional Pencegahan dan Pengandalian Covid-19.

“Sebagian pihak menduga pemerintah kesulitan mencanangkan kematian pertama karena takut menanggung malu di depan umum, ” lapor Thu.